Momsomnia: Mengapa Ibu Susah Tidur dan Solusinya

Apakah Anda tengah mengalami gangguan susah tidur (seperti saya? Hahaha!) Yuk, kenali penyebab dan solusinya agar kenyamanan beraktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Hari-hari mengurus newborn atau bayi baru lahir memang tidak luput dari begadang. Ada banyak penyebab kondisi kurang tidur ini. Salah satunya, merupakan gejala postnatal insomnia yang  terjadi di saat sang ibu yang kecapekan malah tidak dapat tidur walaupun sang bayi tidur nyenyak. Ada juga yang kurang tidur karena si baby tipenya suka nemplok dan sering bangun di malam hari (just like mine!). Selain itu, kondisi psikis, asupan makanan maupun kondisi lingkungan sekitar berpengaruh, lho. Misalnya terlalu banyak pikiran, atau intake kafein yang berlebihan.

Padahal, kurang tidur dampaknya kurang baik karena dapat berisiko mengurangi fokus dan kemampuan untuk beraktivitas di siang hari, riskan ancaman obesitas, diabetes hingga penyakit jantung. Saya pun, sering deg-degan kalau kurang tidur, karena setiap pagi harus menyetir antar-jemput si kakak ke sekolah. Nah, apa saja tips yang bisa saya bagi supaya ibu tidak mengalami ‘momsomnia’ dan menjadi ‘mombie’?

Tidur siang. Viva la siesta! Jika Anda ibu yang tinggal atau bekerja dari rumah, manfaatkan waktu saat anak tidur dengan ikut tidur. Tunda aktivitas lain, pejamkan mata dan nikmati waktu tenang tersebut. Memang sih, kalau anak tidur bawaannya ‘gemes’ ingin mengerjakan beberapa ‘printilan’ yang tertunda, tapi cukup tidur berkualitas selama 30 menit saja akan membuat badan dan pikiran lebih segar, lho. Jika Anda ibu bekerja di kantor, cobalah relaksasi dengan cara mengistirahatkan mata dari komputer setiap 20 menit sekali untuk mengurangi kelelahan dan ketegangan.

Rutin berolahraga. Pada kasus saya, rasa susah tidur kadang timbul karena penat namun tidak cukup lelah secara fisik. Oke, mengurus dua anak seharian plus beres-beres rumah memang sudah cukup membuat badan bergerak. Namun, tubuh dan pikiran bisa jadi suntuk dan perlu di-recharge. Olah fisik yang rutin, misalnya jogging 15 menit di pagi hari, atau ikut pound fit yang lagi jadi tren, dapat melemaskan sendi-sendi yang kaku, serta membuat badan lebih bugar serta fit. Plus, berkenalan dengan orang baru di klub olahraga misalnya, bisa membuat pikiran happy. Saya misalnya, kini rutin melakukan bedtime yoga (ada banyak di Youtube!) dan it does help me to sleep.

No gadgets sebelum tidur. No no no, yuk jangan ngecek Instagram atau forum gosip sebelum tidur. Menurut penelitian ini, alat elektronik dapat menstimulasi aktivitas otak, padahal kerja otak seharusnya dibuat rileks sebelum tidur. Selain itu para peneliti juga menemukan bahwa backlighting pada ponsel, tablet dan sebagainya dapat mengurangi level melatonin, yakni hormon yang mengontrol tidur. Bagi saya, ini adalah satu hal yang cukup menantang karena kadang saya suka men-scroll timeline Twitter sebelum tidur. Tapi kalau sudah begitu saya sering mengingatkan diri untuk berhenti: “Ayo ah stop, it’s not worth it kalau besok pagi malah pusing.”

Ciptakan suasana rileks. Mendengarkan musik bertipe jazz atau lullaby, membaca buku, menyesap minuman hangat tanpa kafein, ternyata dapat membuat kita lebih nyenyak tidur, lho. Belakangan, saya kembali ke hobi lama yang rasanya bermanfaat yakni membaca buku. Mata memang capek karena membaca, namun capeknya beda dengan melihat layar gadgets. Selain itu ada sense of accomplishment setiap kali selesai membaca satu bab buku tanpa melihat ponsel.

Manfaatkan support yang ada. Dulu, saat pertama kali punya bayi, saya termasuk tipe ibu posesif yang ingin mengurus bayi sendiri tanpa bantuan orang lain. Sekarang? Tobat, hahaha. Harus diakui, bantuan dari pihak lain cukup saya butuhkan agar tetap fit dan ‘waras’. Misalnya, di pagi hari saat mata masih sedikit mengantuk, adik saya serahkan pada asisten rumah tangga untuk diajak berjemur. Sementara, saya bisa rebahan sejenak atau sarapan dengan tenang sebelum mulai aktivitas yang lain.

Semoga kita semua bisa tidur nyenyak ya,

Ami

http://www.sayaibu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s