Pintar Memilah Produk Perawatan Bayi: Hindari 5 Bahan Kimia Berbahaya Ini

Tanpa disadari, kita telah menggunakan berbagai macam produk dengan kandungan berbahaya sehari-hari. Tak terbatas dalam skincare dan make up, merdeka bisa saja terdapat dalam produk perawatan bayi dan anak. Faktanya, menurut survey yang dilakukan oleh Enviromental Working Group, bayi dan anak terpapar 27 jenis zat kimia berbahaya setaip hari, melalui produk perawatan bayi dan anak.

Apa saja mereka?

Fragrance. Fragrance, atau pewangi memberikan bau harum pada produk bayi dan anak. Namun, keberadaannya seringkali dikaitkan dengan kasus-kasus alergi, iritasi kulit, dan eczema dan dapat bersifat racun pada organ dan tubuh. Plus, menurut Leah Segedie, founder dari mamavation.com, kata “fragrance” dapat disalahgunakan untuk menyembunyikan berbagai jeniz zat kimia dalam sebuah produk tersebut. Oleh karena itu, saat membaca label produk, usahakan untuk menghindari produk yang menggunakan istilah fragrance, perfume, atau parfum.

Phthalates dan paraben. Phthalates dan paraben, adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet dalam produk seperti shampoo dan lotion. Phthalates, seringkali diasosiasikan dengan gangguan endokrin, yang kemudian dapat menimbulkan gangguan reproduksi, misalnya berkurangnya motilitas atau pergerakan sperma dan konsentrasi, timbulnya alergi, asma hingga kaker.

Sementara, penggunaan bahan paraben hingga kini juga tengah menjadi kontroversi. Penelitian menemukan, bahwa paraben juga merupakan perusak endokrin dan memiliki andil terhadap masalah reproduksi, gangguan pertumbuhan, endometriosis, iritasi kulit dan kanker. Sedihnya, salah satu produk bayi populer, Johnson & Johnson masih menggunakan paraben dalam produk mereka, salah satunya lotion. Lebih lanjut mengenai kasusnya, dapat Anda baca di sini, ya. 

Nah, agar lebih aman, hindari produk yang menggunakan phthalate, DEP, DBP, DEHP, atau bahan lain yang berakhiran “–paraben.”

Formaldehyde. Formaldehyde adalah bahan pengawet yang ditambahkan pada produk berbahan dasar air, berperan untuk mencegah tumbuhnya jamur. Formaldehyde adalah karsinogen, yakni zat yang dapat menyebabkan kanker, serta ditengarai ikut memiliki andil dalam menyebabkan reaksi alergi seperti masalah pernafasan, sakit kepala, hingga mual-mual. Karena itu, hindari menggunakan produk yang mengandung formaldehyde, quaternium-15, DMDM hydantoin, imidazolidinyl urea, sodium hydroxymethylglycinate, 2-bromo-2-nitropropane-1, 3-diol (bromopol) dan glyoxal.

1,4-dioxane. Bahan ini biasanya ditemukan pada produk mandi dan sabun cair. 1,4-dioxane adalah hasil samping dari bahan kimia lain, sehingga Anda tidak akan menemukannya dalam label produk. 1,4-dioxane merupakan salah satu zat yang dapat menjadi karsinogen, dan dikaitkan dengan kasus keracunan organ serta alergi kulit. Untuk menghindarinya, jangan gunakan produk yang mengandung sodium laureth sulfate, serta komponen PEG dan kimia yang terdaftar sebagai cynol, ceteareth dan oleth.

Vitamin A dan oxybenzone. Vitamin A bermanfaat dan aman jika digunakan sendiri, namun akan menjadi masalah jika terkandung dalam sunscreen dan kulit kemudian terpapar matahari. Faktanya, sebuah studi yang dilakukan National Toxicology, AS menemukan bahwa retinyl palmitate, sebuah bentuk dari vitamin A, dapat mempercepat pembentukan tumor dan lesi pada kulit. Sementara, oxybenzone juga terdapat pada sunscreen dan harus dihindari karena dapat menggangu endokrin dan mengakibatkan endometriosis serta masalah reproduksi. Hindari menggunakan produk yang memiliki kandungan vitamin A, retinyl palmitate, retinol, retinyl acetate, retinyl linoleate dan retinoic acid.

Jadi apa dong solusinya??

  1. Mulailah rajin membaca label produk saat berbelanja, dan singkirkan produk-produk yang mengandung bahan berbahaya dari rumah Anda.
  2. Untuk mendapatkan produk dengan bahan yang lebih aman, cari produk yang memiliki label “hypoallergenic”.
  3. Selalu tes produk sebelum mencobanya ke anak, dengan cara mengoleskan produk ke lengan bagian dalam, kemudian tunggu selama beberapa jam untuk melihat apakah ada reaksi alergi.
  4. Mulai beralih menggunakan beberapa produk alami atau organik, misalnya  Buds Baby, Beauty Barn Indonesia, ataupun produk-produk perawatan bayi buatan anak bangsa seperti Green Mommy Shop.
  5. Gunakan produk seminimal mungkin. Cukup pilih beberapa produk yang benar-benar dibutuhkan. Misalnya, jika anak telah cukup harum dan segar dengan menggunakan sabun bayi, Anda tidak perlu memberinya baby cologne, kan?
  6. Ajak teman-teman Anda untuk mulai menaruh perhatian pada terhadap isu ini, ya. Sharing is caring.

sumber tulisan asli di sini

 

Satu pemikiran pada “Pintar Memilah Produk Perawatan Bayi: Hindari 5 Bahan Kimia Berbahaya Ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s