Honest Review: Secret Essentia

Perkenalan saya dengan Secret Essentia (selanjutnya akan disebut SE), berawal dari keinginan untuk mengurangi penggunaan skincare yang mengandung paraben dan alkohol. Seperti yang pernah dibahas di sini, paraben memiliki dampak yang tak baik bagi kesehatan misalnya merusak sistem kekebalan tubuh dan kesehatan reproduksi. Sementara, saya merasa kurang cocok menggunakan skincare yang mengandung alkohol karena kulit tergolong sensitif dan malah menjadi kering dan gatal. Dari hasil baca-baca di situs kesehatan, penggunaan alkohol di produk skincare dalam jangka waktu yang lama juga dapat merusak kekebalan alami kulit, menimbulkan flek hitam dan mempercepat penuaan dini.

Tiga jenis skincare yang akhirnya saya singkirkan dari meja rias adalah: SK-II Facial Tretment Esence (FTE) yang ternyata mengandung methylparaben, hiks. It’s like everybody’s holy grail, tapi ternyata tidak cocok di kulit saya karena menimbulkan efek purging dan jerawat. Ponds White Beauty  Day Cream juga saya sisihkan karena mengandung propylparaben. Skincare terakhir, adalah Drops of Youth dari The Body Shop, yang mengandung alcohol denat dan malah menyebabkan kulit saya jadi kering dan kusam. Produk lain selain skincare yang saya eliminasi, yakni deodoran dan whitening underarm cream merk Zap yang ternyata mengandung paraben. Untung baru dipakai seminggu, phew!

Nah, setelah mengobrol dengan seorang sahabat yang cukup passionate menggunakan produk berbasis bahan natural, saya memutuskan untuk mencoba beberapa produk SE. Pertama kali paketnya sampai di tangan, terlihat bahwa produk SE sangat humble dengan packaging yang sederhana. Setiap produknya juga dilengkapi dengan keterangan expired date yang biasanya tidak lebih lama dari setahun. Tebakan saya, ini karena produk SE tidak menggunakan pengawet dari bahan kimia. Berikut ini saya bahas jenis produk, bahan kandungan, serta manfaat yang saya rasakan, ya.

fullsizerender

1. Shea Facial Wash

Kandungan: water, saponified olive oil, shea butter, castor oil, sunflower oil, vit E oil.

Kesan: memberikan rasa lembab dan nyaman di kulit, dan sama sekali tidak gatal dan perih. Setelah pemakaian selama kurang lebih 5 hari saja, kulit terasa jauh lebih halus. Aktivitas mencuci wajah pun jadi lebih menyenangkan. Kebetulan, saya membeli facial wash yang berukuran 100 ml. Kekurangannya tanya satu: isinya agak susah keluar, jadi terkadang botolnya harus dipencet untuk mengeluarkan isinya. Mungkin yang berukuran 200 ml lebih gampang dipakainya, ya..

UPDATE (Maret, 2018) : Setelah coba memakai  facial wash yang ukuran 200 ml, saya agak kecewa karena 1/4 bagian paling bawah jadi agak mengeras. Padahal produk ini disimpan di suhu ruang dan rutin dipakai setiap hari (pagi dan malam). Tapi overall ini memang pencuci wajah favorit saya karena nggak bikin gatal dan nggak pernah ada jerawat/bruntusan lagi. Sampai saat ini, saya sudah 3 kali repurchased.

2. Moisturizing Natural Sunblock

Kandungan: organic virgin coconut oil, zinc oxide, organic beeswax, arrowroot, vitamin e oil.

Kesan: saya menggunakan ini setiap hari sesudah mencuci wajah dengan shea facial wash. Tabir surya ini melembabkan tanpa membuat kulit terlihat berminyak karena teksturnya matte. Malah jadi glowingLove the coconut smell! 

3. Nourishing Night Cream

Bahan: almond oil, grapeseed oil, organic beeswax, vitamin e oil.

Kesan: my favorite night cream! Wajah terlihat kenyal, halus dan glowing saat bangun tidur. Kulit kusam di sekitar pipi jadi terlihat lebih sehat dan tak ada lagi jerawat kecil-kecil yang dulu suka muncul. Cuma, pertama kali dipakai ke kulit kesannya wajah jadi berminyak banget, hehe.. Tapi saya pribadi tidak terganggu. Maklum, bahannya didominasi oleh oil, dan toh dipakainya menjelang tidur, nggak dipamerin ke mana-mana. Oya, bagi yang penciumannya agak sensitif, misalnya para ibu hamil, mungkin aromanya yang natural agak sedikit mengganggu, seperti yang dialami seorang teman saya.

UPDATE (Maret, 2018): Sudah setahun lebih menggunakan produk ini, saya cukup puas dengan hasilnya. Kulit terasa lebih lembab dan sehat, walau sering beraktivitas dalam ruangan berpendingin udara. Hanya saja, krim malam ini ternyata kurang ampuh untuk menyamarkan atau menghilangkan noda hitam bekas jerawat di pipi.

4. Healthy deodorant

Bahan: organic virgin coconut oil, arrowroot powder, organic beeswax, sodium bicarbonate.

Kesan: lagi-lagi saya suka sekali aroma alami coconut oil-nya. Deodoran ini bentuknya seperti krim, cuma agak padat. Sejauh ini, deodoran ini oke sekali karena ketiak tetap kering dan tidak meninggalkan bekas di baju. Walaupun, kalau tengah berkeringat, deodoran ini kadang meninggalkan bekas putih di ketiak seperti bedak. Dua minggu pemakaian, saya merasakan kulit ketiak jadi lebih cerah. Ah, ternyata selama ini iritasi dari deodoran membuat kulit ketiak saya sering terlihat gelap. All hails natural products!

Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan keempat produk dari Secret Essentia. Saya akui, produk-produknya memberi rasa nyaman di kulit plus di hati karena terbuat dari bahan natural. Repurchase? Of course! Cuma sayangnya, SE sampai saat ini belum memiliki izin BPOM. Menurut klarifikasi di akun Instagram, mendapatkan izin registrasi BPOM bukanlah pekerjaan yang cepat dan mudah dan butuh proses yang panjang. Agar konsumen merasa nyaman, SE selalu menuliskan daftar ingredients apa adanya serta memuat testimoni dari para pengguna, sehingga calon konsumen diharapkan dapat membuat penilaian sendiri terhadap produk-produk mereka. Terakhir, SE juga meyakinkan bahwa sejak awal berdedikasi untuk menyediakan produk perawatan yang natural, berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Untuk berbagai produk SE, Anda bisa mengeceknya di www.secretesssentia.com, dan mengecek testimoni konsumen di akun instagram: @secretessentia

Disclaimer: postingan ini bukanlah bagian dari endorsement ataupun perjanjian sejenisnya. Saya hanya merasa ingin berbagi setelah mendapatkan khasiat produk skincare alami, plus buatan anak negeri sendiri.

Salam,

Ami

http://www.sayaibu.com

2 pemikiran pada “Honest Review: Secret Essentia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s