Sharing: Solusi Anak Trauma BAB

WARNING: Anda akan sering menemukan kata ‘pup’ pada tulisan ini ya. Hehe.

Anak pertama saya, pernah mengalami trauma buang air besar (BAB) atau pup di usia 2,5 tahun. Awalnya, ia mengalami konstipasi atau sembelit karena mogok makan buah dan sayur. Saking parahnya, pup-nya terpaksa saya keluarkan dengan bantuan Microlax, hiks. Namun akibatnya, dia jadi trauma dan takut ngeden. Walhasil selama beberapa bulan ia seringkali menahan pup dan siklus pupnya jadi 3 hari sekali dengan kondisi sudah agak mengeras di bagian ujung. Mengeluarkannya pun butuh usaha dan disertai linangan air mata. Sedih sekali melihatnya (walau saya selalu mencoba untuk tersenyum karena tak mau membuatnya bertambah panik). It’s a really really frustrating phase, for her and me.

Apakah saya diam saja? Tentu tidak. Sudah tidak terhitung berbagai upaya untuk menghilangkan rasa takut si kakak. Mulai dari memperbanyak minum air putih, asupan sayur dan buah, yogurt, hingga membatasi makanan yang dapat menyebabkan konstipasi, seperti tempe (walaupun kakak doyan sekali, hiks), kentang, pisang hingga cokelat. Kami juga sempat konsultasi ke dokter anak dan diresepkan obat pelembek pup. Setiap hendak ke toilet, kakak kami ajak mengobrol dan menyanyi agar pikirannya tidak fokus terhadap rasa takut dan sakit.

Setelah berbagai upaya di atas, kini kami bisa menarik nafas lega. Siklus pup si kakak membaik menjadi 2 hari sekali, namun terkadang ada kalanya  siklusnya kembali ke 3 hari sekali. Ini biasanya terjadi kalau pola makannya agak berantakan, misalnya saat liburan ke luar kota atau saat sakit. Kuncinya sih, kembali ke orang tua dan pengasuh untuk tetap sabar dan telaten menghadapi trauma anak. Syukurlah, pelan-pelan trauma kakak menghilang, dan dia kini kembali pup dengan tenang dan happy walaupun siklusnya masih 2 hari sekali (yang ternyata menurut DSA-nya, Dr. dr. Matheus Tatang Puspanjono, Sp.A merupakan hal yang wajar saja, selama anak tetap sehat dan memiliki nafsu makan yang normal).

Nah, berikut berbagai jenis makanan/vitamin yang ternyata cukup berpengaruh untuk mengatasi trauma BAB si kakak.

  • Jus buah dan jelly/puding. Berhubung si kakak agak susah makan buah potong, maka setiap hari dia saya buatkan jus buah. Yang paling ampuh untuk melembutkan pup-nya biasanya buah mangga dan pepaya. Kalau jelly dan puding, biasanya saya menggunakan produk Nutrijel yang dikombinasikan dengan buah seperti kiwi.
  • Vitamin sayur. Karena kakak kurang doyan sayur (makan sih, tapi tidak mau banyak), dia sempat mengonsumsi Fruitblend 18 Jr yang diklaim kaya serat. Hasilnya? pup sempat lancar selama beberapa hari. Selain itu, nafsu makannya pun semakin besar sejak mengonsumsi vitamin ini. Tapi sayang nggak lama setelah konsumi ini pup-nya kadang keras lagi.
  • Yogurt. Sejak mulai MPASI, kakak paling doyan yang namanya yogurt, terutama merk Elle Vire yang rasa plain. Herannya, walaupun sudah makan yogurt hampir tiap hari kok tetap susah pup ya? Akhirnya kami sempat beralih ke Heavenly Blush YO! dan juga Cimory. Merk terakhir ternyata yang paling cocok untuk pencernaan si kakak. Setiap kali minum Cimory, hari itu juga biasanya langsung minta ke toilet. Fiuh. Ternyata yogurt pun mesti cocok-cocokan yah. I love Cimory deh, produk lokal, murah dan bikin kakak nggak trauma BAB lagi. Kalau Anda ingin mencoba yogurt untuk mengatasi sembelitnya, dicoba saja beberapa merk, ya.

Mengatasi trauma BAB pada balita/anak memang cukup menguji kesabaran. Buat para ibu yang kini tengah mengalaminya, jangan menyerah! Tetaplah berusaha mencari solusi yang cocok untuk si buah hati, serta bila perlu berkonsultasilah ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Salam,

Ami

http://www.sayaibu.com

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s