Tips Ditinggal Pembantu Mudik

Libur Lebaran 2018 telah berangsur-angsur usai. Adakah yang masih ditinggal oleh si mbak dalam rangka mudik-extended? Mungkin tips (dan curhatan saya) berikut bisa berguna.

It’s that time of year again. Yup, suasana bulan puasa dan jelang Lebaran memang selalu membuat saya deg-degan, karena berarti asisten rumah tangga alias si mbak yang membantu di rumah akan pergi mudik. Bagi sebagian orang dengan support system (alias ada keluarga besar) yang dekat, mungkin nggak masalah. Sedangkan kami, selain merantau, juga tidak merayakan Lebaran. Dengan kata lain, ayahnya anak-anak tidak mendapatkan cuti panjang karena mesti jaga kandang, eh kantor.. 

Dan entah kenapa yaaa, tiap tahun si mbak yg kerja di rumah ada aja dramanya, hahaha. Kalau tahun lalu saya mendadak ditinggal pulang kampung (padahal janjinya infal), tahun ini si mbak mendadak pulang di minggu kedua puasa karena ibunya ‘kritis’. Hmm. Akhirnya buru-buru deh cari pembantu infal, eh H+1 minta pulang juga karena ibunya juga ‘kritis’. Ampun DJ. Ya mudah-mudahan kalau memang sakit diberi kesembuhan, aminkan! Kalau nggak, ya….. (isi sendiri). 

Syukurlah, belajar dari drama tahun lalu, Lebaran tahun ini saya merasa jauh lebih siap menghadapi kekosongan asisten rumah tangga. Nah beberapa tipsnya, terutama bagi Anda yang nggak mudik adalah:  

  1. Sedia stok makanan berat maupun camilan karena akan ada hari-hari di mana  kita nggak sempat atau enggan masak. Pilih makanan berat yang bisa disimpan di freezer dan sewaktu-waktu bisa dihangatkan misalnya rendang, ayam betutu, dsb. Mulailah berburu di pertengahan bulan puasa, karena biasanya berbagai katering mulai promosi persediaan lauk via Whatsapp dan Instagram.
  2. Beres-beres di malam hari. Perkara cuci-mencuci, menyapu, mengepel, buang sampah dan kawan-kawannya saya lakukan di malam hari saat anak-anak sudah tidur atau dijaga ayahnya. Jadi pagi-pagi nggak riweh mesti berberes sambil menjaga anak-anak. Bangun-bangun rumah sudah rapi, nggak ada cucian piring, dan lantai sudah cling. Kalau anak sudah besar mungkin bisa dikaryakan untuk ikut bantu berbenah, tapi berhubung anak masih cimit-cimit, mari simpan skenario itu untuk beberapa tahun ke depan.
  3. Tandem dan hindari berantem dengan pasangan. Berhubung suami terbiasa bangun subuh, jadi pagi-pagi dia membantu saya mengeluarkan jemuran atau menyetrika beberapa pakaian penting. Terdengar simple ya, tapi itu sangat-sangat membantu, lho.
  4. Santai dan jalani dengan riang. Dengan tidak adanya asisten, saya belajar untuk menurunkan standar dan menikmati waktu berkualitas dengan anak-anak. Beneran lho, pokoknya dibawa enjoy aja. Anak tantrum nggak mau mandi misalnya, ya sudah jangan dipaksa. Tunggu sampai mood-nya happy lagi atau tunggu sampai ayahnya pulang kantor juga nggak masalah. 
  5. Persiapkan mental dan plan B kalau si mbak nggak balik. Nah ini. Berkaca dari pengalaman, saya berusaha untuk tidak baper saat mempekerjakan mbak. Sebaik-baiknya kita sama dia, she’s not a part of your family, jadi profesional saja. Kalau memang nggak mau balik, ya sudah. Kalau mau balik tapi minta gaji naik namun skill kurang, ya bye-bye. Kalau kitanya kebawa perasaan dan kzl kalau dia nggak ngabarin/balik, akhirnya kita juga yang capek sendiri, kan? Nah plan B bagi ibu bekerja misalnya, mulai hunting  alernatif tempat menitipkan anak sementara (rumah neneknya, daycare, dsb) sebelum libur lebaran ya. Dan jangan lupa untuk kita ibu-ibu kece yang ‘ditinggalkan’, ada baiknya kita saling berbagi informasi mengenai agen penyalur mbak yang bonafid sebelum libur dimulai, dan kalau perlu waiting list sekalian.

 

Salam semangat ya Bu-Ibuuuu..!

Ami

http://www.sayaibu.com

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s