MPASI Homemade atau MPASI Instan?

“Anaknya sudah mulai makan kan bu? Sudah coba dikasih biskuit susu?” kata sang dokter anak saat kami usai mengantar si adik vaksin. 

Wagelaseh, kalau kata anak gaul sekarang. Kami pikir dokternya tipe yang rada strict dan akan menyarankan langsung MPASI 4 bintang dan homemade seperti DSA-nya kakak dulu. Tapi yang ini santai, dan malah berkata kalau MPASI mau diawali dengan yang instan pun sebenarnya nggak masalah.

“Jadi gapapa dok, nggak langsung 4 bintang? MPASI tunggal aja dulu?”

“Gapapa buu, menu bintang kecil aja duluuu…” 

Eaaaaa… Kok lawak dook?

Persoalan MPASI tiap tahun kok makin rumit yah. Jujur, ada semacam peer pressure ke para kaum ibu-ibu ‘jaman now’ untuk selalu menyediakan MPASI yang homemade atau buatan sendiri di rumah dan fresh buat si kecil. Kenapa saya sebut ‘peer pressure’, karena rata-rata ibu sekarang kan mainnya Instagram, di mana segala jenis postingan, hingga pamer-an (ups) MPASI homemade sehat nan sempurna bisa dengan mudah didapatkan. Apalagi kalau kita first time mom. Apa-apa maunya perfecto, apalagi buat si kecil.

Seperti saya dulu, mengikuti saran DSA dan bidan yang menangani kakak untuk langsung MPASI 4 bintang dan berakhir dengan kakak sempat sembelit. Hiks. Traumatis banget. Bukan bermaksud menyalahkan menu 4 bintangnya, ya. Bisa jadi saya pernah mengolah MPASI-nya kurang lembut (maklum ibu baru), mungkin kakak kurang minum, atau mungkin saja pencernaan kakak juga tergolong sensitif. Karenanya, di anak kedua ini saya cenderung lebih santai. Menu tunggal dulu deh. Dan kalau kepepet,  sesekali si adik diberi MPASI yang diolah oleh pabrik. Tidak usah merasa bersalah/berdosa, karena mereka pasti juga sudah riset tentang kandungan gizi dan membuat formula yang paling nyaman untuk dicerna bayi kan? 

Nah secara sederhana plus minus MPASI homemade dan instan menurut saya adalah:

MPASI Homemade 

+ Ibu bisa mengontrol tingkat higienitas makanan.  

+ Ibu leluasa mencoba berbagai variasi dan kombinasi bahan makanan. Mau puree pakai chia seeds, nutritional yeast dll, bebas dan seru! 

+ Ada rasa kepuasan tersendiri karena bisa memberi anak MPASI yang dibuat sendiri. Plus ada bahan konten untuk di-share di Instagram hihi.

– Agak riweh kalau sedang traveling atau ada keperluan ke luar rumah. Ibu harus memiliki peralatan tempur yang travel friendly.

MPASI homemade bisa jadi intimidating alias menakutkan buat para ibu yang tidak memiliki kemampuan masak sebelumnya. 

 

MPASI Instan 

+ Praktis, mudah dibuat karena rata-rata hanya tinggal diseduh dengan air panas. Beberapa merk malah menyediakan MPASI dalam bentuk jar dan tinggal disendok saja. 

+ Tetap terbuka untuk dimodifikasi. Tepung organik instan atau oatmeal baby instan misalnya, bisa diseduh dan ditambah dengan puree buah buatan sendiri atau tambahan lain sesuai selera baby. 

+ Dibuat oleh perusahaan2 yang pastinya telah ‘lulus sensor’ dalam hal higienitas maupun kandungan untuk baby.

– Cocok-cocokan. Berdasarkan pengalaman, ada beberapa merk MPASI yang cenderung membuat pup lebih padat maupun encer pada bayi saya. Demikian juga rasanya, ada yang menjadi menu favorit, ada juga yang bisa bikin GTM. Jadi ya, kalau terpaksa banget harus pakai MPASI instan, ya tetap harus mencoba beberapa varian.

– Cenderung dianggap ‘kurang baik’ untuk bayi. Ibu juga berpotensi minder jika ‘ketahuan’ memberi si bayi makanan instan. Padahal sih, sebenarnya maklum saja kok, dari pada si ibu nanti stress yang rugi kan si bayi juga kaaan..

Nah, kalau Anda pilih yang mana?

 

Salam,

Ami

http://www.sayaibu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s