Iklan Susu yang Bikin Nggak Nyaman

“Mau coba?” kata si sapi sambil menggoyangkan susunya.


Kaget juga pas nonton iklan ini di Youtube. Masalahnya, saya sedang nonton bersama anak-anak. Ya nggak papa juga sih, kalau memang si mas berniat memerah sapi sendiri terus diminum. Bisa jadi sekalian ajang edukasi buat anak. Tapi cara si sapinya bicara, hmmm.. Ada kesan genit dan manja. Slogan iklannya sih susu yang nyaman di perut. Tapi kok saya malah jadi nggak nyaman saat nonton iklannya, ya?

It’s all in your head. Nggak ada apa apa kok, itu..” kata pak suami sambil tertawa. Eh yang bener? Jadi saya nih yang terlalu berasumsi macam-macam ya? Tapi tunggu dulu…

“Mungkin karena pria itu makhluk visual, Mi.. Makanya suami lo lempeng aja liat iklannya,” kata sahabat dekat saya yang juga sesama ibu. Namun teori ini kemudian dibantah oleh seorang sahabat pria, “Ah menurut gue sexual nuances-nya jelas kok, lihat aja kolom komentarnya di Youtube.”

Scroll scroll, cek kolom komentar, dan ada yang berkomentar “Ini sapi lo**e..”. Well, oke.

Menggunakan nuansa seksual dalam iklan memang bukan hal baru. Saya sudah kenyang belajar tentang ini saat kuliah dulu. Sex sells. Salah satu sahabat saya yang lain yang lain menambahkan, bahwa untuk produk susu yang segmen pembelinya di Alfamart dan Indomaret, menggunakan iklan yang sexually sugestive mungkin jadi strategi mereka untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan.

Jadi, pendapat saya tentang iklan ini…

Pertama, menurut saya iklannya memang mengandung unsur ‘dewasa’ alias R18 alias NSWF. Mulai dari cara bicara si sapi yang memberi kesan ‘wanita menggoda’, serta penggunaan kata kata yang sugestif seperti ‘creamy’, ‘kamu juga fresh’. Bahkan ada adegan si sapi men-smack si pria di bagian belakang, lho. Err… Dan kalau mau dipikir serius, kenapa juga harus sapi betina? Kan ada tuh, sapi perah jantan.

Kedua, sebenarnya saya tidak masalah dengan iklan bermuatan dewasa. Tapi tolong sesuaikan segmennya, bukan saat jam tayang program anak. Masalahnya, iklan ini tayang di Youtube saat saya dan anak-anak menonton sebuah channel kartun. Nah, situasi itu yang membuat tak nyaman. Saya nggak usah panjang lebar kan ya, menjelaskan dampak paparan iklan dengan muatan dewasa pada anak kecil?

Nggak lucu kan kalau nanti ada anak yang menirukan cara bicara si sapi? Daripada ribut-ribut soal iklan Shopee yang Blackpink, mendingan iklan semacam produk susu ini dulu yang diregulasi.

Ada yang berpendapat sama?

Salam fresh,

Ami

http://www.sayaibu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s