Menghadapi Balita yang Suka Drama alias Ngambek

“Aku nggak bisa berdiriii… Aku nggak bisa berjalaaan!” Dan saya hanya bisa menghela nafas. Lelah.

Saya akui, saya bukan orang tua yang paling sabar. Terkadang ada saja tingkah laku anak yang membuat saya jadi cenderung ‘galak’. Apalagi kalau ditambah dengan kondisi lelah dan tidak fokus karena kurang tidur. Jadilah saya mamak barongsai, hahaha..

Nah. Sudah dua bulan ini si kakak sering berlaku dramatis. Ada saja yang bikin dia rewel, merajuk, menangis, dan sebagainya. Misalnya nih, kalau keinginannya tidak dipenuhi dia akan pura-pura tidak bisa berjalan. Fiuh. Padahal sebelumnya dia cenderung manis dan penurut. Kami rasa salah satu penyebabnya adalah, karena dia merasa perhatian orangtuanya tak sepenuhnya ke dia lagi. Yah namanya ada anak bayi satu lagi..

Nah beberapa cara yang saya lakukan kalau si kakak mendadak drama queen adalah:

Berusaha tetap tenang. Iyaaa, ini susah, hehe. Tapi saya biasanya coba tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan ke luar pelan-pelan sebanyak 3 kali supaya otak tetap berpikir jernih. Kalau sudah tenang, saya coba ajak anak bernegosiasi tentang keinginan dia. Selama mencoba tetap tenang, saya biarkan saja dia menangis (apalagi kalau nangisnya dipaksakan atau pura-pura.)

Jangan terpengaruh kondisi sekitar. Kalau anak drama dan rewel di tempat umum, kadang kita malah lebih khawatir dengan pandangan orang sekitar. “Duh ganggu ga ya tangisan anakku?” “Ya ampun malu banget aku keliatan nggak capable deh,” dan sebagainya. Beneran deh, orang di sekitar kita biasanya sangat maklum kalau ada anak yang menangis. Dan mereka juga nggak akan hapal kok, wajah kita. Jadi, cuek saja dan fokus pada komunikasi dengan anak.

Nggak usah ikut dramatis. Kadang kita ikut terpancing, dan biasanya setelah jadi ikutan dramatis dan marah-marah. Kalau sudah begitu, penyesalan datang terlambat. Yang ada malah jadi sedih. Tetap senyum dan woles adalah kuncinya, hehe. Memang butuh latihan sih ini. Kalau saya, kadang anak saat rewel saya goda, “Yaah, kakak kalau nangis wajahnya ga manis lagiiii…” dan klik klik, saya ambil fotonya. Nanti kalau sudah tenang, dia akan malu sendiri melihat fotonya saat sedang rewel.

Bisa ditiru, nih. Drew Barrymore malah asyik berpose waktu anaknya ngambek di Disneyland.

Berpelukan! Tiap habis ngambek, rewel maupun menangis, saya membiasakan kakak untuk berpelukan dengan kami. Biasanya kami yang berinisiatif: “Ayo sini, peluk dulu!” sambil membisikinya supaya tidak mudah menangis lagi. “Janji ya, kan Ibu ikut sedih kalau kakak nangis terus?” Hingga sekarang pun kakak selalu minta dipeluk setelah menangis. Bagi saya, pelukan itu menenangkan dan selalu membuat mood menjadi lebih positif.

Kadang, drama anak memang bisa mempengaruhi perasaan hingga rutinitas kita seharian. Nggak ada manusia yang sempurna kan, kadang saya pun jadi baper. Kalau sudah begitu, saat semua ‘badai’ berlalu dan anak sudah tenang, saya ingatkan diri saya: “It’s just a bad day, not a bad life.” Dan dari ‘bad day’ ini, saya jadi belajar lagi, dan lagi, dan lagi….

Salam drama queen,

Ami

http://www.sayaibu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s