Tips Menyapih (dengan Sedikit Paksaan)

Siapa sih yang nggak mau menyapih dengan damai? Saat menyapih kakak dulu, saya sukses (ehm!) memakai konsep WWL alias weaning with love yang beberapa tahun belakangan ini populer di kalangan bu-ibu. Tapi, terkadang semua kembali ke karakter si anak. Untuk kasus si adek, I just knew that it won’t work. Berapa kalipun dikasih tahu kalau masa menyusuinya mau expired, yang ada anaknya ngambek dan makin ngamuk nyusunya. Ampun!

So yes, seperti bu-ibu lainnya yang mengutamakan kewarasan, saya akhirnya menggunakan metode jaman Orba, yakni pakai jamu pahit, hihi. Omanya anak-anak dan mertua mendukung penuh dan turut andil menyediakan sambiloto dan mahoni. Keduanya kemudian saya simpan dulu, nunggu waktu yang pas sambil komat-kamit doa supaya lancar nggak pakai drama.

Rencana awalnya sih, adek mau disapih saat jelang 24 bulan. Tapi seperti yang sudah saya pernah tulis, if breastfeeding doesn’t make you happy, then stop. Walau sudah 20 bulan, si adek sehari bisa mimik lebih dari 5 kali. Malam pun bisa bangun marah-marah minta mimik sampai 3 kali. Kan lelah ya sis.. Mungkinkah ini saatnya? Tapi kok nggak tega ya, ngasih dia ramuan pahit?

Dan tiba-tiba si mbak yang kerja di rumah nyeletuk: “Bu.. pakai lipstik aja, dulu adik-adik saya di kampung disapihnya pakai lipstik..”

AHA!

Baiklah, kita coba dulu saran si mbak. Suatu siang, saya langsung menggunakan lipstik termerah yang ada supaya eye-catching, hahaha (sorry ade!). Dan ketika dia minta mimik, saya langsung bilang: “Aduh dek.. Ibu ga bisa kasih mimik, tuh lihat…”

Reaksi adek? Kaget, pasti. Tapi lucunya, dia malah penasaran. Beberapa kali dia bolak-balik minta ngintip dan malah ketawa melihat saya akting kesakitan. Ujung-ujungnya, dia ngoceh: “Ibu cakit.. Ada meyah-meyah ya.. Ayo ibu sekarang nangis!”, sambil mengambil koper dokter mainan. Akhirnya, sampai malam dia nggak minta mimik sama sekali. Malamnya pun cuma bangun sekali, nangis sebentar dan minta pegangan tangan dan dipeluk. Dia ingat udah nggak bisa mimik, karena ‘ibu sakit’…

Reaksi saya? Kaget juga! Hahaha.. Nggak nyangka akan semudah ini menyapih si adek. Kirain bakal ada nangis-nangis drama berkepanjangan selama beberapa hari. Lipstik tetap saya pakai selama kurang lebih 5 hari, dan selama 5 hari itu, adek tetap rutin minta ngintip. Hari ke-6, dia sudah lupa sama sekali. Yay! Makannya pun yang biasanya ngirit jadi agak lebih lahap.

Memang sih kayaknya nggak ideal banget ya, pakai lipstik. Saat kumpul-kumpul sama teman, ada salah seorang yang nyeletuk: “Lo kagak takut anaknya trauma?” Belum sempat jawab, eh ada teman lain yang ikut nimbrung: “Gue dulu disapih pakai lipen, tapi biasa aja tuh! Malah sekarang koleksi.” Hahaha..

Mengakhiri masa menyusui itu memang tricky, dan bagi saya tiap anak ada caranya sendiri dan tidak harus sama. Ada sedikit rasa sedih sih, nggak ada yang nemplok lagi. Tapi melihat ade semakin mandiri dan tetap happy, saya juga happy. Semua sepadan, semua sejalan.

Salam dari yang sekarang bisa tidur lebih dari 5 jam semalam,

Ami

http://www.sayaibu.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s